<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Dewan Keamanan on 🕊️ Peran PBB dalam Perdamaian Dunia</title><link>https://peacepbb.com/tags/dewan-keamanan/</link><description>Recent content in Dewan Keamanan on 🕊️ Peran PBB dalam Perdamaian Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 18 Jan 2026 09:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://peacepbb.com/tags/dewan-keamanan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Diplomasi di Persimpangan Jalan: Tantangan PBB Menghadapi Krisis Global</title><link>https://peacepbb.com/posts/un-diplomacy-2026/</link><pubDate>Sun, 18 Jan 2026 09:15:00 +0700</pubDate><guid>https://peacepbb.com/posts/un-diplomacy-2026/</guid><description>&lt;p&gt;Memasuki tahun 2026, atmosfer di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York terasa lebih berat dari biasanya. Di balik kemegahan arsitektur modernis dan ruang sidang yang tertata rapi, terdapat kegelisahan kolektif yang sulit disembunyikan. Institusi yang didirikan di atas puing-puing Perang Dunia II dengan mandat utama &amp;ldquo;menyelamatkan generasi penerus dari bencana perang&amp;rdquo; kini menghadapi ujian eksistensial terberatnya. Dunia tidak lagi sekadar bipolar atau unipolar, melainkan telah bermutasi menjadi lanskap multipolar yang kacau, di mana aliansi bersifat cair dan hukum internasional kerap kali dipandang sebagai saran opsional alih-alih aturan yang mengikat.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Dilema Hak Veto dan Efektivitas Penegakan HAM: Menilik Ulang Struktur Kekuatan Dunia</title><link>https://peacepbb.com/posts/dilema-hak-veto-ham/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://peacepbb.com/posts/dilema-hak-veto-ham/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia internasional hari ini berdiri di atas fondasi hukum yang dibangun pasca-Perang Dunia II, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai penjaga utama perdamaian dan hak asasi manusia (HAM). Namun, di balik retorika tentang keadilan universal, terdapat mekanisme kuno yang sering kali dianggap sebagai &amp;ldquo;rem darurat&amp;rdquo; bagi moralitas global: hak veto. Dimiliki oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan (P5)—Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis—hak veto memberikan kekuasaan mutlak bagi satu negara untuk membatalkan resolusi apa pun, meskipun didukung oleh mayoritas komunitas internasional.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>